vote komodo

Senin, 03 Januari 2011

Nasib Nelayan di Perbatasan Indonesia - Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima nelayan tradisional asal Langkat, Sumatera Utara, ditahan otoritas keamanan Malaysia tanggal 3 September 2010. Mereka dituduh menangkap ikan di perairan Malaysia. Dengan demikian, kini total 11 nelayan asal Indonesia ditahan oleh Malaysia.

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Riza Damanik dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (5/9/2010), menyatakan, lima nelayan yang ditangkap itu adalah Naser (34), Junaidi (30), Iswadi (32), Jolauni(31), dan Ali Akbar(22).

Lima nelayan itu berasal dari dari Kelurahan Sei Bilah dan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Mereka ditangkap tanggal 3 September, pukul 10.00, karena dituduh memasuki perairan Malaysia di Selat Malaka. Mereka kini ditahan di kantor Polisi Kampung Jawi, Malaysia.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aji Sularso mengemukakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Kasus penangkapan nelayan Indonesia oleh Malaysia, dan sebaliknya, di perairan Selat Malaka kerap terjadi karena belum ada kejelasan batas wilayah perairan kedua negara.

Ia mengakui, masalah perbatasan yang belum tuntas seharusnya disikapi dengan mempercepat perundingan penentuan perbatasan. Selain itu, memperbanyak patroli pengawasan, baik dari KKP, TNI AL, maupun Polri, guna mencegah kesalahan penangkapan. Namun, saat ini jumlah patroli RI di Selat Malaka masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan patroli Malaysia.

Sebelumnya, sejak tanggal 9 Juli 2010, sebanyak enam nelayan juga ditahan otoritas keamanan Malaysia karena tuduhan serupa. (LKT)

sumber :http://internasional.kompas.com/read/2010/09/06/14042635/Jika.Batas.dengan.Malaysia.Belum.Jelas

jika perang,bagaimana nasib warga diperbatasan???

peta_kaltim

Semenjak memanasnya hubungan Indonesia – Malaysia, saya pribadi tak pernah setuju dengan aksi kecaman untuk “Ganyang Malaysia”. Ada beberapa hal yang ingin saya ungkapkan disini:
  1. Nenek moyang Malaysia juga berasal dari Indonesia, seperti Jawa, Bugis, Maluku, Banjar, dst. Ketika terjadi berita Malaysia mengklaim batik, reog, tari pendet, angklung, dan lainnya, media massa melakukan pemberitaan sepihak dan menyudutkan Malaysia. Saya yakin Malaysia tidak bermaksud mengklaim budaya Indonesia, justru budaya tersebut sebenarnya di bawa ke Malaysia oleh orang-orang Indonesia sendiri. Salahkah bila orang Jawa di Malaysia membawa kesenian batik? Sementara etnis Tionghoa di Indonesia sendiri bebas menampilkan budaya mereka di Indonesia tanpa tuduhan klaim-mengklaim. Adilkah ini?
  2. Banyak warga Indonesia yang tinggal di perbatasan telah kehilangan rasa nasionalisme-nya pada NKRI dan lebih memilih pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Malaysia. Ini bukan berita baru dan sudah sering ditampilkan di televisi. Lingkungan yang terisolir, jauh, jalan akses yang belum dibuka, harga kebutuhan yang mahal, layanan pendidikan dan kesehatan yang kurang memadai menjadi alasan mereka untuk tinggal di Malaysia.
  3. Meski sedang tidak berperang dengan Malaysia, kenyataannya TNI dan tentara Malaysia sudah sering berperang di laut perbatasan kedua negara. Berbeda dengan TNI dan tentara Malaysia yang menjaga pos perbatasan di daratan yang selalu rukun. “Kenapa yang ini tidak diekspos?”
  4. Masyarakat Indonesia di Jawa, hanya meneriakkan “Ganyang Malaysia” dan memaksa Presiden SBY untuk segera berperang tanpa berpikir panjang bagaimana akibatnya kelak. Bukannya menyelesaikan masalah tapi hanya demi kepuasan “ego” dan “harga diri”.
  5. Saya setuju pada status facebook teman sekampung saya di daerah Kabupaten Kutai Barat di atas, bila kedua negara ini perang bagaimana dengan nasib kami yang berdekatan dengan daerah perbatasan Serawak, Malaysia. Juga nasib warga daerah Kabupaten lainnya yang berbatasan dengan Malaysia.
Mungkin ada yang tak setuju dengan ungkapan saya diatas. Tapi tak ada yang lebih tahu daripada masyarakat yang lebih tahu tentang Malaysia. Saya lebih menyetujui pernyataan Pak SBY untuk tidak berperang dengan Malaysia dan lebih memilih berdiplomasi dan menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

Daripada menghamburkan uang digunakan untuk berperang, masih lebih baik uang itu digunakan untuk rakyat miskin di Indonesia.

Marsilea crenata

Semanggi atau paku bernama ilmiah Marsilea crenata Presl.adalah tanaman yang termasuk kedalam famili Marsiliaceae. Deskripsi menurut buku flora (Steenis,dkk. 2005) ( terjemahan)) adalah tumbuhan dengan daun berdiri sendiri atau dalam berkas, menjari berbilang 4, tangkai daun panjang dan tegak, panjang 2-30 cm, anak daun menyilang, berhadapan, berbentuk baji bulat telur, gundul atau hampir gundul, dengan panjang 3-22 cm dan lebar 2-18 cm, urat daun rapat berbentuk kipas, pada air yang tidak dalam muncul diatas air. Biasanya di temukan di sawah, selokan dan genangan air dangkal.

Semanggi

Tanaman semanggi ini terkadang di konsumsi oleh sebagian orang sebagai lalapan. Bagi mahasiswa pengikut mata kuliah Botani Tumbuhan Rendah sering kali di gunakan sebagai salah satu sampel praktikum untuk topik Tumbuhan Paku. Kebetulan saya punya tanaman semanggi ini dan di pelihara di dalam pot.
Sumber : www.contohlaporan.blogspot.com

Pterophyta

Para pterophyta kelompok mewakili lebih dari 12.000 spesies pakis, tumbuhan vaskular tanpa biji. Pakis telah ada selama jutaan

tahun dan diwakili dengan baik dalam catatan fosil. Mereka ditemukan di berbagai lingkungan. Sementara beberapa ditemukan

di iklim kering dan lain-lain dalam kondisi Arktik, kebanyakan tropis. Pakis berkisar dari pertumbuhan kecil untuk struktur seperti

pohon besar.

  1. Pterophyta are ferns.
    Pterophyta adalah pakis.
  2. Tanaman Struktur

  3. Sebuah sporophyte pakis terdiri dari sebuah batang horisontal disebut sebuah rimpang, akar, dan daun disebut daun. Daun tumbuh dari rimpang dan adalah sporophyte tanaman. Di bawah masing-masing adalah pertumbuhan daun palem kecil yang disebut sori. Sori muncul sebagai gelap, diratakan, tonjolan melingkar. sorus Masing-masing adalah saku kecil yang berisi pertumbuhan sporangia disebut. Para sporangia sering ditutupi dengan lapisan tipis sel yang disebut indesium sebuah.
  4. Produksi spora

  5. Setiap sporangium dalam sorus akan menghasilkan spora melalui meisosis. Ketika sporangia tersebut menghasilkan, indesium akan menyusut mengungkapkan mereka. sporangia kemudian akan terpecah terbuka untuk melepaskan spora. Spora akan berkecambah membentuk gametofit.
  6. Gametofit

  7. The gametofit adalah daun-suka dan mengandung klorofil. Ini akan melampirkan ke tanah substrat menggunakan rhizoids, proyeksi seperti akar. Ketika gametofit telah matang, menghasilkan organ seks.
  8. Reproduksi seksual

  9. Organ laki-laki dikenal sebagai antheridia dan organ-organ wanita disebut archegonia. Kedua organ berkembang di bawah permukaan tanaman dan akhirnya terkena saat reproduksi terjadi. antheridia ini menghasilkan sperma menyalahi yang akan berenang melalui film archegonium air untuk masing-masing. sperma kemudian menyuburkan telur dalam archegonium untuk membentuk zigot.
  10. Pertumbuhan sporophyte

  11. zigot kemudian akan membentuk sporophyte yang akan tumbuh menjadi proyeksi berdaun naik dari gametofit. Di bagian bawah zigot adalah kaki, yang menerima nutrisi dari gametofit. Tengah sporophyte bertindak sebagai batang. Pada ujung sporophyte adalah daun, yang pada akhirnya akan membentuk sori lebih, melanjutkan siklus reproduksi.


Tumbuhan paku heterospora

1. Ciri – ciri tumbuhan paku

Memiliki 4 struktur penting,yaitu lapisan pelindung sel (jaket steril)yang terdapat disekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler yang terdapat dalam arkegonium , kutikula pada bagian luar , dan yang paling penting adalah sistem transport internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah. Sistem transport ini sama baiknya seperti pengorganisasian transport air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi.


(a) Struktur tubuh

1) Akar
Bersifat seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri atas sel – sel yang dapat dibedakan dengan sel – sel akarnya sendiri.


2) Batang

Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat didalam tanah berupa rimbang , mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul diatas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m. akan tetapi ada batang bebrapa jenis tumbuhan paku seperti paku pohon /paku tiang yang oanjangnya mencapai 5 m dan kadang – kadang bercabang misalnya: Alsophilla dan cyathea.


3) Daun
Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda . berdasarkan bentuk ukuran dan susunanya, daun paku dibedakan antara epidermis, daging daun, dan tulang daun.
a) Mikrofil
Daun ini berbentuk kecil – kecil seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai dan tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel, dan tidak dapat dibedakan antara epidermis, daging daun dan tulang daun.


b) Mikrofil
Merupakan daun yang bentuknya besar, bertangaki dan bertulang daun, serta bercabang – cabang. Sel – sel penyusunnya telah memperlihatkan diferensiasi, yaitu dapat dibedakan antara jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang daun, serta stomata (mulut daun).
Ditinjau dari fungsinya , daun tumbuhan paku dibedakan atas:
1. Tropofil
Merupakan daun yang khusus untuk fotosintesis.
2. Sporofil
Daun ini berfungsi untuk menghasilkan spora. Tetapi daun ini juga dapat melakukan fotosintesis, sehingga disebut pula sebagai troposporofil.

Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan , tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi tiga golongan seperti berikut ini.
a) Paku Homospora (isospora)
Menghasilkan satu jenis spora , misalnya Lycopodium (paku kawat).
b) Paku Heterospora
Menghasilkan dua jenis spora yanhg berlainan; yaitu mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin betina, misalnya : Marsilea (semanggi), Selaginella (paku rane).
c) Paku Peralihan
Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).


(b) Habitat

Habiatanya didarat, terutama pada lapisan bawah tanah didataran rendah , tepi pantai , lereng gunung , 350 meter diatas permukaan laut terutama didaerah lembab, dan ada juga yang bersifat epifit(menempel) pada tumbuhan lain.


(c) Reproduksi

Reproduksi tumbuhan ini dapat secara aseksual (vegetative), yakni dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas).

Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora.
Reproduksi secara seksual (generative)melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat – alat kelamin (gametogonium). Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina menghasilkan sel telur (ovum).sepertihalnya tumbuhan lumut , tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).


(d) Peranan tumbuhan paku dalam kehidupan manusia.

Dibawah ini adalah beberapa tumbuhan paku yang bermanfaat bagi manusia diantaranya adalah;
1. Dipelihara sebagai tanaman hias, misalnya paku tanduk rusa (platycerium bifurcatum), paku sarang burung (Asplenium sp), suplir (Adiantum sp) dan paku rane (selaginella sp)
2. Penghasil obat – obatan misalnya: Aspidium sp, Dryopteris filix mas, dan Lycopodium clavatum. 3. Sebagai sayuran , misalnya semanggi (marsilea crenata) dan pteridium aqualium
4. Sebagai bahan pupuk hijau , misalnya azolla piƱata,
5. Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga, misalnya Lycopodium cernuum.
6. Tumbuhan paku lebih maju dari pada lumut karena sporofit tumbuhan paku memiliki :
a. Sistem transportasi (xylem dan floem) yang berkembang dengan baik.
b. Kutikula dan stoma tahan air yang mengontrol kekurangan air.
c. Adanya akar, batang dan daun.

2. Kalsifikasi

Dibagi menjadi 4 subdivisi, yaitu psilophyta, Lycophyta, Sphenophyta dan Pterophyta.

'1) Psilophyta

Merupakan tumbuhan paku sederhana dan hanya memiliki dua genera, contoh yang sudah dikenal adalah Psilotum sp. Yang tersebar luas didaerah tropic dan subtropik.


2) Lycophyta

Lycodium sp dapat menghasilkan spora tunggal yang akan berkembang menjadi gametofit biseksual yang memiliki organ jantan maupun betina.
Sellaginella sp merupakan tanaman heterospora, karena dapat menghasilkan dua jenis spora . spora yang berukuran besar disebut megaspore, yaitu merupakan gamet betina yang akan membentuk arkegonia. Spora yang berukuran kecil disebut mikrospora yang akan membentuk gamet jantan atau anteridia.


3) Sphenophyta

Sering disebut paku ekor kuda . peristiwa meiosis pada tumbuhan ini terjadi dalam sporangia dan akan menghasilkan spora haploid. Gametofit yang berkembang dari spora berukuran sangat kecil , tetapi dapat melakukan fotosintesis dan hidup secara bebas.


4) Pterodophyta

Banyak terdapat dihutan subtropis maupuan didaerah tropis . paku pterophyta mempunyai daun – daun yang lebih besar dibandingkan divisi lainnya .
Ada 2 jenis daun yaitu negafil dan mikrofil, megafil mempunyai sistem percabangan pembuluh , sdangkan mikrofil adalah daun yang tumbuh dari batang yang mengandung untaian tunggal jaringan pengangkut.
Contohnya marsilea crenata dan asplenium nidus.

Minggu, 19 Desember 2010

pengolahan air minum

Teknologi penyaringan air isi ulang sederhana yang umum digunakan

Ada berbagai macam proses penyaringan isi ulang yang ada dipasaran dari yang seder hana hingga yang berteknologi terkini ... nah secara umum teknologi yang sederhana seperti gambar dibawah ini... ini adalah proses yang sederhana dan murah dengan kualitas standard ..

Proses filterisasi sederhana --- proses langsung jadi
Keterangan :
1. Pompa semi jet (dianjurkan penggunaan stainless steel)
2. Filter Media ---> umumnya pasir silika bangka
akan lebih baik penggunaan antracite atau ferro
3. Filter Media ---> karbon aktif (gunakanlah karbon yang berkualitas baik dengan nilai absorb 900 keatas)
4. Filter catridge --->banyak isi ulang menggunakan lebih dari 4 buah ... tetapi kesemuanya tergantung kualitas dari catridge itu
5. Ozone processor
6. Pipa foodgrade ---> usahakan jangan menggunakan pipa PVC yang tidak foodgrade karena akan menjadi sarang bakteri pada sambungan pipa yang terkena lem, gunakan hanya pipa tanpa lem dan pergunakan siku yang seminimal mungkin
7. Ultra violet ---> sesuaikan UV dengan flow pompa agar bakteri tidak lolos
8. Sistem pengisian .---> selalu tertutup rapat agar mencegah kotoran dan bakteri udara menyebar, bila memeungkinkan gunakan UV Ruang tapi .... awat radiasinya berbahaya terkena kulit dan mata
9. Sistem pencucian galon dan pembilasan galon ---> gunakan bahan kimia yang aman untuk dikonsumsi sehingga tidak terjadi efek samping

.Untuk proses tersebut dapat dikembangkan misalkan filter media menggunakan 3 tabung atau filter media menggunakan stainless steel (untuk penampilan) tetapi gunakan ss tabung 304 karena stainless bukan selamanya lebih baik dari tabung FRP. Jangan salah bahwa semakin banyak filter media yang digunakan akan semakin baik ... tetapi lebih diperhatikan kualitas dari media tersebut ini yang akan sangat membantu dari rasa air minum.

Atau catridge filer menggunakan kualitas yang bagus dan juga dapat dipergunakan dalam jumlah lebih banyak bahkan sistem tersebut dapat dikembangkan juga menggunakan sistem Ultra Filtrasi 0.01 mikron sehingga kualitas lebih baik.

Pemasangan ozone juga harus disesuaikan dengan kapasitas pompa ... banyaknya ozone yang penulis temui di tempat-tempat isi ulang tidak sesuai dengan kapasitas pompa yang digunakan ... jadi hanya sekedar ada ozone tetapi manffatnya tidak maksimal.

UV (ultra violet) sebagai proses sterilisasi merupakan hal paling penting dalam proses sederhana ini karena ini adalah jantung kedua setelah ozone jadi kapasitas/kemampuan UV tersebut harus diperhatikan dan disesuaikan dengan pompa ... ingat investasi anda belum tentu lebih cepat kembali dengan menggunakan sistem yang murah ... tetapi investasi akan cepat kembali bila memasang sistem yang baik disertai promosi yang efektiflah yang akan mempercepat investasi kembali hal inilah yang perlu diperhatikan


RESISTENSI ANTIBIOTIKA

RESISTENSI ANTIBIOTIKA

RESISTENSI ANTIBIOTIKA


Seperti kita ketahui resistensi antibiotik bisa menyebabkan pengobatan menjadi sangat mahal dan bahaya lainnya yang lebih berbahaya adalah bisa mengancam jiwa. Sedangkan resistensi antibiotik sampai beberapa tahun kedepan mungkin tetap akan menjadi salah satu permasalahan kesehatan bangsa, yang mana bahaya dari resistensi antibiotika ini mungkin akan semakin berbahaya sebahaya penyakit menular lain seperti flu burung suatu misal bila tidak ditangani dengan tepat. Sebenarnya kita tahu apa penyebab resistensi antibiotika ini, tetapi apa yang dilakukan oleh pemerintah belumlah sampai pengatasan yang sistematis.

Belum sitematisnya ini, karena resistensi antibiotika masih belum dianggap barbahaya dan mungkin juga sebagaian dari tenaga kesehatan kita masih berpikir " toh selalu ada penelitian antibiotika baru". Apalagi bila dikaitkan dengan "komisi hasil KS dengan pabrik obat", resistensi mungkin justru menjadi sumber uang. Karena dengan resistensi akan terjadi pembenaran terhadap pemakaian antibiotika generasi lanjut untuk mengatasi infeksi sederhana. Dan ujung-ujungnya masyarakat lagi yang dirugikan.

Saya sangat menghargai usaha dari pemerintah yang berusaha menurunkan harga obat, dan pengendalian harga obat adalah sangat sangat penting. Tetapi bila pengendalian pemakaian obat yang rasional tidak ditingkatkan apa gunanya harga obat murah? Karena bila resistensi berlanjut karena penggunaan tidak tepat dan obat mahal, bisa jadi pilihannya adalah obat murah tetapi tidak manjur karena resistensi atau tak terbeli dan tidak ada resistensi, toh hasilnya pada masyarakat miskin mungkin sama saja, yaitu infeksi tak terobati. Dan yang sangat berbahaya adalah justru antibiotik terbeli dan tidak ada satupun yang efektif karena resistensi.

Pemakaian obat yang tidak terkendali akan sangat membahayakan masyarakat dan mungkin juga menyebabkan pengobatan menjadi lebih mahal, bahkan mahalnya bisa berlipat-lipat. Berlipat-lipatnya bisa disebabkan karena pengulangan biaya perawatan, pengulangan penggunaan obat, pengulangan penggunaan alat kesehatan, pengobatan lebih lama dan lain sebagainya. Oleh karena itu resistensi antibiotika seharusnya menjadi perhatian nasional.

Pada umumnya penyebab resistensi antibiotika adalah akibat pelepasan antibiotika yang tidak disertai edukasi yang benar. Yang selanjutnya terjadi pemakaian antibiotika yang sangat tidak terkendali.

Ketidak terkendalian pemakaian antibiotika bisa terjadi pada :
1. Peresepan dokter yang kurang rasional
2. Peresepan rumah sakit yang kurang rasional
3. Peresepan puskesmas yang kurang rasional
4. Pelepasan antibiotika yang tidak disertai edukasi yang benar oleh apotek
5. Pengulangan resep antibotika yang sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi.
6. Mengikuti saran dari yang tidak berkompeten untuk mengonsumsi antibiotika.
7. Pemakaian antibiotika pada hewan ternak dan perikanan
8 dan mungkin masih banyak lagi

Menurut hemat saya, untuk menekan terjadinya resistensi antibiotika atau kalau mungkin menurunkannya, adalah :
1. Apoteker diberdayakan untuk datang keapotek setiap jam buka apotek. Dan diwajibkan bagi para apoteker untuk melakukan edukasi yang benar setiap kali melepas antibiotika..
2. Mempekerjakan apoteker di tiap puskesmas di Indonesia.
3. Menambah tenaga penyuluh kesehatan apoteker di tiap dinas kesehatan.
4. Meningkatkan jumlah apotek sampai tingkat desa.
5. Menekan pemalsuan obat dengan membatasi sarana kesehatan yang boleh melakukan dispensing obat terutama antibiotika.

Mungkin masih banyak lagi hal-hal yang dapat diprioritaskan dalam mengatasi resistensi antibiotika. Seperti misal antibiotika di apotek harus dilepaskan oleh apoteker secara langsung dan tidak boleh diwakilkan untuk menjamin kenyamanan pemakaian obat, kemanan pemakaian obat, ketepatan pemakaian obat dan lain sebagainya. Bila sistem kesehatan terutama dalam bidang kefarmasian masih seperti sekarang, saya tidak yakin masalah resistensi antibiotika dapat terselesaikan dengan baik. Bagaimanapun juga masalah resistensi ini memerlukan uluran tangan apoteker, uluran tangan untuk melakukan tugas-tugas kefarmasian diapotek dan menjadi pendamping masyarakat dalam swamedikasi agar masyarakat dapat teramankan dari bahaya obat.

Semoga kedepan pelayanan kesehatan dibidang kefarmasian lebih menjadi perhatian pemerintah. Demi pembangunan kesehatan seutuhnya dan tidak ada lagi terjadi pengkotak-kotakan tenaga kesehatan karena semua tenaga kesehatan dibutuhkan untuk saling bersinergi dan saling terkait. Yang kesemuanya ini adalah untuk membangun bangsa.

Ibarat permainan sepak bola yang bagus dan profesional, maka kita akan membutuhkan pemain yang bagus, tidak bisa sebelas pemain adalah penyerang semua tanpa kiper. Permainan tidak akan bagus bila tidak ada play maker yang mendistribusikan bola. Demikian juga dengan peran manajer dan pelatih adalah sangat penting pula. Bila dalam menyelesaikan masalah kesehatan tidak bersinergi maka masyarakat yang akan dirugikan. Besar harapan masyarakat kita akan kesehatan yang berkualitas yang seharusnya disuguhkan oleh tim kesehatan kita.

"MARILAH WASPADA TERHADAP PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA DAN SELALULAH BERKONSULTASI DENGAN APOTEKER ANDA DI APOTEK"